MEDIKITA.COM – Kelebihan dan kekurangan pendidikan inklusif dipengaruhi oleh 2 faktor utama. Yakni tahapan dan kendala dalam penerapannya. Faktanya, tidak semua pendidikan bisa menerima kehadiran peserta didik yang berkebutuhan khusus.
Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Inklusif
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) harus tetap sekolah. Anak ABK bisa mengenyam pendidikan reguler seperti anak normal lainnya. Bukan hanya di SLB. Kini ada jenis sekolah baru yang bisa menampung mereka, yakni sekolah inklusif.
Namun, tidak semua anak berkebutuhan khusus bisa belajar di sekolah tersebut. Anak yang lolos persyaratan yang berhak masuk ke sekolah inklusif.
Secara umum, jenis sekolah baru yang ada di Indonesia ini memiliki 2 model. Berikut adalah model sekolah inklusif lengkap dengan kelebihan serta kekurangannya.
Model Reguler Kurikulum Penuh
Pada model ini, ABK berhak belajar bersama dengan anak normal lainnya sepanjang hari. Bahkan mereka berkesempatan mendapatkan kurikulum yang sama dalam kelas reguler.
Kelebihan model ini adalah siswa berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mengoptimalkan potensi dalam diri mereka. Hanya saja, mereka juga harus beradaptasi dengan metode pengajaran dan kurikulum.. Mereka bisa saja menemui berbagai kesulitan dalam kondisi yang demikian.
Model Inklusif Parsial dengan Modifikasi
Sesuai namanya, model ini adalah memberikan kurikulum yang telah dimodifikasi oleh para guru. Biasanya, para guru menggunakan strategi pembelajaran, jenis penilaian, serta menghadirkan program tambahan lain yang tetap berorientasi pada kebutuhan siswa ABK.
Keunggulan model ini adalah pendidikan kepada anak ABK sesuai kebutuhan mereka. Diharapkan anak lebih mudah menerima dan memahami pembelajaran yang diberikan.
Penerapan model ini tentu menjadi tantangan bagi para guru. Kesulitan tersebut antara lain kesulitan membuat sekaligus menyusun IEP. Bahkan membutuhkan waktu yang cenderung lebih lama.
Bagaimanapun, kelebihan dan kekurangan pendidikan inklusif yang diterapkan merupakan perkembangan dari sistem pendidikan terpadu. Terdapat usaha optimal dalam praktiknya. Semua itu demi mewujudkan cita-cita dan tujuan pendidikan nasional di Indonesia. (WY)