Menu

Mode Gelap
Tahukan Anda Apa Itu Shalat? Ingat, Ini Tanda Anda Mengidap Kolesterol Tinggi, Jangan Anggap Enteng Khutbah Jumat: Melemparkan Kesalahan Pada Orang Lain Tips Liburan ke Bromo, Solo Travelling ala Backpacker Lebih Seru! Sah! Sandy Walsh dan Jordy Amat Jadi WNI, Siap Tampil Melawan Curacao?

Pariwisata · 12 Agu 2022 23:48 WIB ·

Mengenal Rabab Alat Kesenian Tradisional Populer Minangkabau


 Mengenal Rabab Alat Kesenian Tradisional Populer Minangkabau Perbesar

Medikita.com- Sebagai orang Minangkabau, tentu anda tidak asing lagi dengan alat kesenian tradisional populer Minangkabau yang satu ini yaitu Rabab. Alat kesenian yang dimainkan dengan cara digesek ini bisa dimainkan oleh satu atau dua orang atau bahkan lebih. Di Minangkabau, Rabab ini biasanya hadir dalam acara-acara seperti pesta perkawinan, sunatan, syukuran atau pembuka acara berburu babi dan acara adat lainnya.

Bunyi musik Rabab identik dengan alunan yang mendayu-dayu di iringi dengan lagu atau syair yang dilantunkan oleh pemainnya. Biasanya tukang Rabab juga didampingi oleh tukang gendang ditambah lagi pendamping perempuang satu atau dua orang. Mereka itu semuanya bisa membawakan dendang, lagu, pantun atau kaba yang bisa menghipnotis pendengarnya.

Menjadi tukang Rabab professional ternyata ini tidaklah mudah, dibutuhkan daya imajinasi yang tinggi, wawasan yang luas serta ingatan yang kuat.  Bayangkan, berapa banyak syair pantun, dendang dan kaba yang harus dihapal dan diingat.

Kualitas mental yang kuat dan penguasaan atas penonton sangat dituntut sekali untuk tampil diatas panggung.  Bayangkan, mereka harus bisa menguasai emosi dan membuat penonton tertawa, sedih, menangis dan sebagainya  ketika mereka membawakan sebuah kaba, dendang atau pantun. Sehingga penonton betah dan bersemagnat menonton pertunjukan mereka sampai acara usai yang  biasanya berakhir menjelang subuh.

Sudah menjadi rahasia umum juga kalau tukang Rabab dibekali banyak sedikitnya dengan ilmu kebatinan atau perdukunan. Menurut mereka Ini berguna untuk penangkal kalau ada lawan yang usil ketika dalam pertunjukan, seperti kejadian tali Rabab putus tidak berkejelasan, suara parau tiba-tiba saja atau bunyi Rabab tidak enak didengar. Yang namanya adat bergelanggang tentu saja ada-ada saja lawan atau orang yang iseng mencoba pertahanan situkang Rabab ini.

Namun jarang diketahui oleh sebagian orang Minangkabau kalau ternyata Rabab ini bermacam pula jenis dan ciri khas sesuai daerahnya. Diantaranya sebagai berikut

Rabab Pasisia

 

Mengenal Rabab Alat Kesenian Tradisional Populer Minangkabau

Rabab Pasisia ini atau lebih popular disebut dengan Biola, lebih sering ditemukan atau tampil diacara-acara pesta masyarakat.  Bentuknya lebih mirip biola atau memang sangat mirip sekali kami katakan. Kenapa demikian, ternyata sebutan biola ini terkait dengan latar belakang sejarahnya.

Pada awalnya Rabab ini dibawa oleh para pedagang asal Aceh yang berdagang dan syiar Islam ke Pesisir Selatan namun bentuknya tidak sama dengan biola pada saat ini. Seiring dengan masuknya bangsa Eropa seperti Portugis, Belanda, Inggris kewilayah Pesisir Selatan dengan membawa alat musik biola. Akhinya alat musik Rabab yang pada mulanya terbuat dari tempurung kelapa menyesuaikan diri dengan memakai biola yang dibawa oleh bangsa Eropa tersebut.

 

Rabab Darek

Rabab darek ini menyerupai bentuk yang hampir sama dengan alat musik gesek dari Cina dan kawasan Indo Cina. Rabab jenis ini mulai jarang ditemukan baik secara pemainnya dan alat musik Rabab itu sendiri. Entah mungkin karena pengaruh zaman atau karena tergeser oleh ketenaran Rabab Pasisia.

Semoga informasi mengenal Rabab sebagai salah satu alat kesenian populer Minangkabau ini bisa menambah perbendaharaan pengetahuan anda

Nah, satu pertanyaan bagi anda pencinta Rabab atau Biola..

Dimaa ado Barabab atau Babiola malam ko….?.

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Tips Liburan ke Pulau Lombok Ala Backpacker, Lokasinya Indah dan Menyenangkan

24 September 2022 - 08:03 WIB

Ternyata Sepenting Ini Peran Budaya dalam Pendidikan!

23 September 2022 - 10:32 WIB

Lebih Indah dari Hawai, Liburan ke Pulau Sumba Bisa Ala Backpacker

23 September 2022 - 10:24 WIB

Air Terjun Sidoharjo, Surga Terindah Jogja Favoritnya Backpacker

22 September 2022 - 14:58 WIB

Fungsi Keragaman Budaya di Indonesia, Kenali Lebih Dekat!

21 September 2022 - 13:55 WIB

Tips Liburan ke Bromo, Solo Travelling ala Backpacker Lebih Seru!

21 September 2022 - 13:39 WIB

Trending di Pariwisata