Menu

Mode Gelap
Tahukan Anda Apa Itu Shalat? Ingat, Ini Tanda Anda Mengidap Kolesterol Tinggi, Jangan Anggap Enteng Khutbah Jumat: Melemparkan Kesalahan Pada Orang Lain Tips Liburan ke Bromo, Solo Travelling ala Backpacker Lebih Seru! Sah! Sandy Walsh dan Jordy Amat Jadi WNI, Siap Tampil Melawan Curacao?

Ragam · 9 Agu 2022 12:26 WIB ·

Proyek Ambisius Pangeran Arab Saudi, Megacity Futuristik The Line NEOM


 Proyek Ambisius Pangeran Arab Saudi, Megacity Futuristik The Line NEOM Perbesar

Baru-baru ini kawasan Timur Tengah khususnya dari Arab Saudi mencengangkan dunia. Sebuah proyek Megacity futuristik mengguncang dunia konstruksi, tata kota, IT dan arsitektur urban. Proyek tersebut bernama The Line Neom. Sebuah kota bernama Neom dengan dua gedung pencakar langit yang membelah gurun, yang bernama gedung The Line.

Merujuk Wikipedia, The Line adalah sebuah gagasan kota pintar atau smartcity rancangan putra mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman dalam rangka mendiversifikasikan pemasukan negara yang sangat tergantung pada sumber minyak bumi.

Sebenarnya Pangeran Mohammed Bin Salman pada 10 Januari 2021 silam sudah mengumumkan Proyek The Line NEOM ini melalui Televisi pemerintah dalam sebuah presentasi. Bulan Oktober 2021 adalah awal memulai pekerjaan, di mana pada saat itu penghuni pertama diperkirakan akan pindah selama masa 2024. Pemerintah Arab Saudi memperkirakan fase pertama proyek ini akan selesai pada 2030.

Pada senin 25/07/2022 Pangeran MBS menampilkan sketsa visi yang sangat ambisius tentang kota NEOM. Kota  yang akan menjadi kota layak huni dimasa depan. Sebuah kota pintar yang ramah lingkungan, tanpa jalan, bebas polusi dan bebas mobil. Mega proyek ambisius ini merupakan bagian dari proyek Saudi Vision 2030 yang menjanjikan akan menciptakan 380.000 lapangan pekerjaan dan menambah pemasukan negara 48 miliar USD.

the line city NEOM

Kota NEOM The Line ini berupa dua gedung pencakar langit dari kaca, berada didaerah Tabuk dekat laut Merah. Gedung The Line akan membentang sepanjang 170 Kilometer dengan lebar 200 meter dan tinggi 500 meter. Proyek ini dalam perencanaan akan memakan biaya 100-200  miliar USD dan  bisa menampung sekitar 9 juta populasi pada tahun 2030. Kota dengan konsep dua gedung pencakar langit yang membelah gurun akan menggunakan sepenuhnya energi yang terbaharukan.

NEOM mengklaim bahwa penghuni bisa mengakses semua layanan harian dalam lima menit berjalan kaki. Sistem kereta rel api berkecepatan tinggi akan menjadi moda transportasi penghuni untuk berpergian dari satu sisi kota ke sisi kota tujuan lainnya. Kecerdasan buatan akan memantau kota dan menggunakan prediksi dan model data untuk membantu meningkatkan kualitas hidup warga The Line.

Sebenarnya belum ada angka pasti berapa total anggaran untuk membangun proyek Megacity  futuristik ini. Penyebanya adalah sering berubahnya rencana konsep NEOM ini selama bertahun tahun. Sehingga memicu perdebatan dan keraguan banyak kalangan apakah proyek ini akan menjadi kenyataan atau tidak.

Namun tentu saja konsep dan gagasan ini juga menjadi diskusi dan kajian hangat di kalangan tata kota urban, arsitektur, IT, konstruksi, masalah sosial budaya,  lingkungan dan lain-lainnya. Karena konsep ini memang mendobrak tatanan yang  sudah ada dan belum pernah ada sebelumnya tentang visi sebuah kota.

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tips Hidup Bahagia dan Menyenangakan

25 September 2022 - 07:00 WIB

Sensasi Berbeda dari 5 Posisi Bercinta Malam Pertama, Anda Pilih yang Mana?

24 September 2022 - 07:00 WIB

Cerita Seorang Sahabat: Sosok Itu Kini Menjadi Komisioner

21 September 2022 - 16:05 WIB

Oppo Reno 8 4G dan 5G Resmi Rilis di Indonesia, Speknya Bikin Ngiler!

21 Agustus 2022 - 12:08 WIB

Artificial Intelligence, Salah Satu Teknologi Terbaru dan Tercanggih

21 Agustus 2022 - 11:16 WIB

HUT RI, Relawan ODGJ: Stop Pasung!

20 Agustus 2022 - 23:41 WIB

Trending di News