Menu

Mode Gelap
KPU Resmi Menutup Pendaftaran Partai Calon Peserta Pemilu 2024, 24 Partai Dinyatakan Lengkap Firdaus Firman Kadis Kominfo Solsel, Diganjar IJTI sebagai Penyampai Informasi Terbaik Inilah Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Inklusif, Wajib Tahu! (Bagian 10 dari 10) Mengenal Rabab Alat Kesenian Tradisional Populer Minangkabau Final Piala AFF U-16, Sejumlah Tokoh Nasional Prediksi Kemenangan Timnas Indonesia atas Vietnam

Kajian Islam · 2 Agu 2022 11:25 WIB ·

Mau Tahu Istimewanya Bulan Muharram? Simak Berikut ini


 Mau Tahu Istimewanya Bulan Muharram? Simak Berikut ini Perbesar

Oleh: Ustaz Yendri Junaidi

Kita telah memasuki tahun baru hijriah 1444. Tentunya di tahun baru ini kita ingin hari-hari yang kita hadapi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk mencapai hal tersebut, mari kita renungkan dan amalkan hal-hal berikut ini:

Pertama, mari membuka lembaran baru tahun ini dengan ketaatan dan aktivitas yang bermanfaat.

Sesuatu yang diawali dengan hal-hal bermanfaat, insya Allah akan diakhiri dengan hal-hal yang bermanfaat juga. Kita telah menutup tahun 1443 H yang lalu dengan berbagai ibadah dan amal shaleh seperti puasa arafah, berkurban, mengumandangkan takbir dan sebagainya.

Mari kita awali tahun baru 1444 H ini dengan berbagai amal ibadah juga. Harapannya, di akhir tahun nanti kita akan mengakhirinya kembali dengan berbagai ketaatan. Perhatikan hadits berikut:

مَا مِنْ حَافِظَيْنِ يَرْفَعَانِ إِلَى اللهِ صَحِيْفَةً فَيَرَى فِى أَوَّلِهَا وَفِى آخِرِهَا خَيْرًا إِلاَّ قَالَ اللهُ لِمَلاَئِكَتِهِ: أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي مَا بَيْنَ طَرَفَيْهَا (قال الهيثمي: رواه البزار وفيه تمام بن نجيح وثقه ابن معين وغيره وضعفه البخاري وغيره وبقية رجاله رجال الصحيح).

Tidaklah dua malaikat pencatat amal melaporkan catatan amal kepada Allah swt, lalu Allahh melihat di awal dan di akhirnya kebaikan, melainkan Ia akan berkata kepada para malaikat-Nya: “Aku persaksikan pada kalian bahwa Aku telah mengampuni semua dosa-dosa hamba-Ku ini di antara kedua pinggirnya.

”(Imam Haitsami berkomentar tentang hadits ini: “Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bazzar. Di dalam sanadnya ada rawi bernama Tammam bin Najih. Ia dinilai tsiqah oleh Ibnu Ma’in dan beberapa ulama hadits lain tapi dinilai lemah oleh Bukhari dan beberapa ulama lain. Sementara rawi-rawi lainnya adalah rawi-rawi hadits shahih.” Majma’ Zawa`id 10/208.

Dari hadits ini bisa disimpulkan bahwa kalau kita bisa memulai sebuah hari, minggu, bulan dan tahun dengan amal yang baik lalu mengakhirinya dengan amal yang baik juga maka insya Allah, Allah akan mengampunkan dosa-dosa yang terjadi dalam rentang waktu tersebut.

Kedua, manfaatkan kemuliaan bulan ini untuk menambah tabungan pahala
Ada beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan ini:

Puasa hari ‘Asyura

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Ibnu Abbas ra berkata:

مَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ صَامَ يَوْمًا يَتَحَرَّى فَضْلَهُ عَلَى الْأَيَّامِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ –يَعْنِي يَوْمَ عَاشُوْرَاء-

Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw puasa di satu hari yang sangat ditunggu-tunggunya dan yang keutamaannya melebihi hari-hari yang lain kecuali hari ini, yaitu hari ‘Asyura.

Puasa ‘Asyura adalah puasa di hari kesepuluh dari bulan Muharram. Apa kelebihan hari ‘Asyura? Mari simak hadits ini:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ (رواه مسلم)

Puasa di hari ‘Asyura, saya berharap pada Allah swt menghapuskan dosa-dosa tahun sebelumnya (HR. Muslim).

Tapi Rasulullah saw juga menganjurkan untuk puasa di hari yang kesembilannya. Mari kita perhatikan hadits ini:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Kalau aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa di hari kesembilan (HR. Muslim).

Dari sini para ulama menjelaskan, dianjurkan berpuasa di hari ke-9 dan ke-10 dari bulan Muharram. Hari kesembilan dan kesepuluh bulan Muharram 1444 H bertepatan dengan hari Ahad dan Senin tanggal 7 dan 8 Agustus 2022. Catat tanggal ini dan mari bulatkan tekad dari sekarang untuk meraup pahala di dua hari itu.

Menambah belanja untuk keluarga
Diantara amalan yang juga sangat dianjurkan di bulan Muharram adalah memberi kelapangan dan tambahan belanja untuk keluarga. Bagi kita para bapak, sering-seringlah di bulan ini memberi hadiah dan kejutan untuk isteri dan anak-anak di rumah. Tambahlah uang belanja pada isteri dari bulan-bulan yang lain. Dalam sebuah hadits dijelaskan:

مَنْ وَسَّعَ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

Siapa yang melapangkan untuk diri dan keluarganya di hari ‘Asyura maka Allah akan melapangkan untuknya (rezeki) sepanjang tahun (Syekh Albani mengatakan: “Rawi-rawinya semuanya tsiqah.” Silsilah Ahadits Shahihah 4/366).

Memperbanyak sedekah

Seorang sahabat bernama Abdullah bin Amru bin al-‘Ash pernah berkata:

مَنْ صَامَ عَاشُوْرَاءَ فَكَأَنَّمَا صَامَ السَّنَةَ وَمَنْ تَصَدَّقَ فِيْهِ كَانَ كَصَدَقَةِ السَّنَةِ

Siapa yang berpuasa di hari ‘Asyura maka seolah-olah ia telah berpuasa setahun, dan siapa yang bersedekah di hari itu maka ganjarannya sama dengan sedekah setahun. (Diriwayatkan oleh Abu Musa al-Madini seperti disebutkan oleh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Latha`if al-Ma’arif hal 112).

Ketiga, mari lakukan perbaikan dan perubahan diri di awal tahun ini
Tak satupun orang yang luput dari kesalahan dan kelengahan. Orang terbaik bukanlah orang yang tak pernah bersalah. Orang terbaik adalah orang yang bersalah lalu berusaha memperbaiki diri. Allah swt senantiasa membuka peluang kepada para hamba-Nya untuk selalu bertaubat. Adanya siang dan malam adalah untuk itu. Dalam sebuah ayat:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti untuk orang-orang yang mau ingat atau mau bersyukur.

Allah swt membentangkan ‘tangan-Nya’ di siang hari untuk para hamba yang melakukan dosa di malam hari lalu bertaubat dan memperbaiki diri. Dia juga membentangkan ‘tangan-Nya’ di malam hari untuk para hamba yang berdosa di siang hari lalu bertaubat dan memperbaiki diri.

Merubah dan memperbaiki diri memang tidak mudah. Tapi segala sesuatu yang dimulai dengan susah payah niscaya akan mendatangkan hasil yang sangat luar biasa. Sebaliknya, sesuatu yang dilakukan secara biasa-biasa saja hanya akan mendatangkan hasil yang juga biasa-biasa saja. Renungkan kata hikmah Arab berikut ini:

مَنْ كَانَتْ بِدَايَتُهُ مُحْرِقَةً كَانَتْ نِهَايَتُهُ مُشْرِقَةً

Siapa yang permulaannya membakar niscaya akhirnya sangat mencerahkan.
Wallahu a’lam bish shawab.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bersiwak (bagian 2); Alat yang Bisa Dipakai untuk Bersiwak

15 Agustus 2022 - 07:00 WIB

Hukum Bersiwak

14 Agustus 2022 - 10:35 WIB

Adab-adab Beristinja (Bagian 2)

13 Agustus 2022 - 07:00 WIB

Adab-adab Istinja

12 Agustus 2022 - 07:07 WIB

Kutbah Jumat: Antara Ghaib dan Nyata

12 Agustus 2022 - 07:00 WIB

Aturan-Aturan Beristinja

11 Agustus 2022 - 07:00 WIB

Trending di Kajian Islam